Meningkatkan Minat Baca

Program literasi merupakan suatu sosialisasi gerakan membiasakan membaca buku di sekolah, untuk meningkatkan minat baca. Bahkan sekolah – sekolah di Jakarta sudah di wajibkan untuk melakukan program literasi 15 menit sebelum memulai pelajaran, untuk meningkatkan minat baca para pelajar.

Namun di era yang sekarang ini tak banyak anak, remaja, bahkan orang dewasa membaca buku. Bagi kebanyakan orang lebih berminat bermain gadged jika dibandingkan minat membaca buku. Tentunya ini akan berdampak buruk untuk kedepannya. Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa Buku adalah gudang ilmu dan jendela dunia, oleh karena itu jika seseorang tidak membaca diartikan sebagai orang yang buta.

Berdasarkan Peraturan No 21 tahun 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap siswanya untuk membaca buku sebelum memulai jam pelajaran, untuk meningkatkan minat baca. Jenis buku yang akan dibaca para siswa bebas, asalkan mengandung muatan budi pekerti. Agar semua orang bebas membaca buku apa saja guna untuk meningkatkan minat baca. Namun, yang paling diutamakan adalah buku dongeng, karena buku dongeng bersifat menghibur dan mendidik, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Ya, kegiatan tersebut diharapkan bermanfaat untuk menanamkan jiwa budi pekerti yang baik bagi pelajar. Selain itu, menurut saya, kegiatan membaca literasi sangat berguna untuk meningkatkan minat baca sejak dini, apalagi pada pelajar usia anak-anak. Sehingga, jika sudah dibiasakan dengan buku bacaan yang ringan, maka akan semakin mudah untuk gemar membaca buku serta untuk meningkatkan minat baca, termasuk yang berat sekalipun seperti buku pelajaran.

Dengan meningkatkan minat baca buku dapat membantu latihan otak secara maksimal daripada hanya menonton televisi atau mendengarkan radio. Seorang presiden direktur dari riset Haskins Laboratories yang bernama Ken Pugh, PhD mengatakan bahwa kebiasaan membaca buku dapat memacu otak untuk berpikir dan berkonsentrasi. Berdasarkan study yang dilakukan oleh Rush University Medical Center menyatakan bahwa Seseorang yang menghabiskan waktu mereka untuk melakukan kegiatan kreatif atau intelektual seperti membaca mengalami tingkat penurunan kognitif hingga 32% daripada mereka yang tidak membaca dikemudian harinya. Membaca buku dapat meningkatkan minat baca dan membuat otak bekerja lebih efisien yaitu dengan mengubah struktur neuropathologies yang berkaitan dengan usia.

Membaca buku juga ternyata banyak manfaatnya lhoo!

Seorang psikolog dari University of Buffalo menyatakan bahwa ketika seseorang sedang membaca buku, hal tersebut dapat membantunya untuk meningkatkan minat baca sekaligus dapat mengidentifikasi karakter dalam buku yang ia baca. Ia akan mengalami jenis hubungan kehidupan nyata yang dapat meningkatkan rasa inklusi.  Dengan kata lain, membaca dapat meningkatkan persahabatan dengan dunia luar.

Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh New York University mengatakan bahwa dengan membaca buku dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan kita untuk lebih memahami perasaan orang lain. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang-orang disekitar kita.

Selain itu, Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University menyatakan bahwa dengan membaca buku dapat meningkatkan minat baca dan membantu seseorang untuk mendapatkan motivasi dalam mengatasi berbagai macam hambatan, sehingga nantinya dapat membantu dalam mencapai tujuan hidupnya. Pada saat seseorang dapat lebih mengidentifikasi karakter, pengalaman, serta berbagai macam peristiwa yang seolah-olah hal itu

So, karena membaca buku untuk meningkatkan minat baca dan memang banyak manfaatnya, untuk kalian yang masih bermalas – malasan membaca buku, cepet deh buka buku kalian dan biasakan untuk membacanya setiap saat.