Selamat Hari Ibu, Pendidik Sepanjang Masa!

Halo Kawan Hero! Oke, dari judulnya saja pasti kalian sudah bisa menebak apa isi artikel ini. Ya, tepat tanggal 22 Desember nanti kita akan merayakan Hari Ibu, sebagai bentuk peringatan, Homework Hero mempersembahkan tulisan ini, untuk Ibu, perempuan yang telah melahirkan kita, sekaligus pendidik sepanjang masa untuk kita.

Siapa sih yang tidak sayang dengan sosok Ibu? Namanya begitu melekat di setiap hati dan pikiran kita. Semua orang di dunia ini pasti sayang dan bangga, bahkan setiap orang seringkali menganggap Ibu adalah Malaikat Tanpa Sayap.

Namun demikian, Homework Hero penasaran… berapa banyak sih dari orang-orang yang ‘mengatakan’ aku cinta Ibu, memang betul-betul cinta pada sosok Ibu tersebut? Sejauh mana sih kita sebagai anak yang mengaku cinta pada Ibu, memang betul-betul memahami Ibu, menuruti nasihat nya, serta sayang pada Ibu?

Nah, dalam artikel blog kali ini, Homework Hero sangat senang sekali menyambut peringatan Hari Ibu. Dan sesuai dengan judul artikel kali ini, Homework Hero akan mengulas judul tersebut;

Ibu, Pendidik Sepanjang Masa

Kenapa? Kok bisa sih dibilang gitu?

Bagi kalian yang tertarik dan ingin tahu alasannya kenapa, pastikan kalian sediakan waktu khusus untuk baca alasannya di bawah ini :

1. Ibu Sebagai Sekolah Pertama Bagi Sang Anak 

Dalam konteks pengasuhan, Ibu adalah Sekolah Pertama bagi kita, anaknya. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak. Mengapa? Karena dalam hal psikologis, sosok Ibu memberikan rasa nyaman dan aman agar sang anak betah berlama-lama dengan Ibu. Menjadi teman diskusi membicarakan hal apa saja, terutama menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi tangguh menghadapi tantangan kehidupan ini.

Ibu adalah sosok pertama yang paling nyata yang kita temui. Ibu menjadikan dirinya menjadi sosok yang memiliki karakter dan menjadi teladan yang nyata bagi kita, anak-anaknya.

2. Tanpa Gelar Sarjana, Ibu Tahu semua Ilmu

Pekerjaan paling hebat adalah menjadi Ibu

Sadar atau tidak, pekerjaan yang paling hebat adalah menjadi Ibu. Mengapa demikian? Karena menjadi Ibu adalah menjadi sosok yang bisa mengayomi anak-anaknya.

Ibu harus bisa masak agar anak-anaknya bisa merasakan masakan Ibu. Tanpa harus jajan makanan diluar yang belum tentu sehat. Ibu bisa menjadi penjahit, kala ada sesuatu yang sobek seperti pakaian. Ibu juga menjadi perawat di keluarganya, disaat salah satu anggota keluarganya sakit, Ibu harus tahu obat apa yang akan ia berikan. Ibu juga menjadi guru, disaat anak-anaknya mempunyai pr dari sekolah dan Ibu harus siap jika ditanya sang anak.

Ibu juga bisa menjadi guru kehidupan sang anak. Mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.

Menjadi Ibu adalah sebuah karir, 24 jam sehari, 7 baru seminggu, sepanjang tahun, sepanjang hidup. Tidak ada cuti, tidak ada libur, tidak ada gaji, tidak ada bonus, tidak ada tunjangan dan terkadang tidak dihargai.

Namun, menjadi Ibu adalah pekerjaan yang paling mulia. Karena tugas menjadi Ibu adalah tugas dari Tuhan.

Predikat sarjana, cumlaude, dan gelar lainnya adalah hiasan dunia yang hanya sesaat. Sementara predikat menjadi Ibu adalah yang paling mulia. Selamanya.

3. Pengorbanan Ibu Sepanjang Masa

Pernah dengar lagu Kasih Ibu? Di lagu tersebut tertulis,

Kasih Ibu

Kepada Beta

Tak terhingga sepanjang masa

Nah, terbukti kan? Bahkan sampai kita dewasa sekalipun kita tak pernah bisa lepas dari sosok Ibu. Ibu yang mulai menua, rambutnya memutih, tulangnya tak lagi kuat masih sanggup mendidik dan menyayangi kita sampai akhir hayatnya.

Terlalu kekanak-kanakan apabila kita berbicara soal pengorbanan kepada Ibu. Sesuatu yang dilakukan dari hati, harusnya tidak diperhitungkan.

Perempuan yang kasihnya tak perlu lagi kita pertanyakan, karena kita tak akan mampu mendefinisikannya.

Dan hari ini, adalah hari kalian para Ibu di Dunia. Perempuan yang berhasil mendidik manusia di dunia.

Selamat Hari Ibu!

Dari Homework Hero 🙂