Ayo Bermain Rubik!

Halo Kawan Hero! Tidak terasa kita sudah memasuki libur panjang Natal dan akhir tahun. Di waktu-waktu libur seperti ini, tentunya kita mempunyai waktu luang yang lebih banyak dari hari-hari biasanya. Nah, dari pada bingung mau ngapain di waktu luang, tidak ada salahnya apabila kalian mengisi waktu luang kalian dengan bermain rubik.

Kira-kira apa sih yang terlintas di pikiran Kawan Hero ketika mendengar kata ‘rubik’? Mungkin bagi sebagian orang tidak asing ketika mendengar kata ‘rubik’, bahkan sudah jauh lebih dulu memahami tentang permainan tersebut. Namun ada sebagian orang yang hanya sekedar mendengar kata ‘rubik’ tanpa tau lebih mendalam mengenai permainan tersebut.

Di postingan Homework Hero kali ini, kami akan mengulas tentang permainan rubik tersebut. Mulai dari pengertian tentang permainan rubik tersebut, jenis-jenis rubik, sampai manfaat dari permainan rubik itu sendiri. Nah dari pada penasaran, yuk simak postingan Homework Hero dibawah ini! 🙂

Apa itu rubik?

Secara sederhana, permainan rubik dapat diartikan sebagai permainan teka-teki mekanik (biasanya berbentuk kubus) mempunyai 6 macam warna dan tersusun secara acak yang berputar pada porosnya.

Kapan rubik ditemukan? 

Permainan rubik itu sendiri ditemukan oleh seorang pemahat dan profesor arsitektur asal Hungaria yang bernama Erno Rubik (lahir di Budapest, Hungaria, 13 Juli 1944; umur 72 tahun) pada tahun 1974.

Namun sebelum Erno Rubik menemukan rubik, pada bulan Maret 1970, Larry Nichols lebih dulu menciptakan 2 x 2 x 2 puzzle yang dapat diputar pada bagian tengahnya dan disatukan oleh magnet. Larry Nichols pun memohon pengajuan hak patennya di Kanada dan ia baru diberikan hak patennya pada tanggal 11 April 1972, dua tahun setelah penemuannya.

Lalu pada tanggal 9 April 1970, seseorang bernama Frank Fox juga menciptakan Spherical 3 x 3 x 3. Ia juga meminta hak patennya di Inggris dan menerima hak patennya pada tanggal 16 Januari 1974, empat tahun setelah penemuannya.

Bagaimana rubik berkembang di Indonesia?

Tidak diketahui bagaimana awal mula permainan rubik sendiri masuk ke Indonesia, permainan rubik mulai terkenal setelah acara penyelenggaraan Indonesia Open Cup pada tahun 2009 dimana acara tersebut diliput oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Perkembangan rubik yang begitu cepat bisa dilihat ketika rubik mulai populer dan dijual di toko-toko buku besar seperti Gramedia.

Di Indonesia pun sudah ada beberapa komunitas mengenai permainan rubik seperti NSA (Nusantara Speedcubing Association). Dan NSA ini juga mempunyai 2 cabang di kota-kota besar seperti JRCC (Jakarta Rubik Cube Club), PRJ (Paguyuban Rubik Jogjakarta) dan lain-lain.

Jenis-Jenis Rubik

Setelah berkembangnya rubik, banyak para master-master rubik yang tertantang dan menciptakan jenis rubik yang lebih bervariatif.

1. Standar Rubik (3 x 3 x 3)

Rubik model ini adalah rubik model pertama yang diciptakan oleh Erno Rubik. Biasanya, sebelum orang-orang lebih jauh bermain rubik, rubik inilah yang paling sering dimainkan.

2. Master Cube (4 x 4 x 4)

Rubik jenis ini adalah jenis rubik yang berada satu level diatas rubik standar. Rubik ini diciptakan oleh Peter Sebesteny. Rubik ini berukuran standar 6,5cm³.

3. Professor’s Cube (5 x 5 x 5)

Rubik yang berada satu level diatas Master Cube ini diciptakan oleh Udo Krell. Rubik ini memiliki bentuk penyelesaian seperti standar rubik, namun tentu saja memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Rubik ini biasa memiliki ukuran 7cm³.

4. V-Cube 6 (6 x 6 x 6)

Rubik jenis ini diciptakan oleh Verdess Innovations SA. Rubik jenis ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan rubik-rubik jenis sebelumnya. Rubik ini memiliki ukuran standar 6,9cm³.

5. Snake Rubik

Berbeda dengan jenis rubik sebelumnya, rubik jenis ini lebih mengarah kreatifitas pemainnya. Rubik ini berbentuk persegi panjang seperti ular. Biasanya rubik lain memiliki banyak solusi, rubik jenis ini memiliki banyak solusi dan dapat dibuat apa saja sesuai imajinasi pemainnya. Rubik ini diciptakan oleh Erno Rubik setelah ia mengeluarkan rubik pertamanya (standar rubik 3 x 3 x 3).

Manfaat Bermain Rubik 

Setelah mengetahui apa itu rubik, perkembangan rubik, sampai jenis-jenis rubik, pastinya permainan rubik ini sendiri memiliki manfaat bagi kita, khususnya untuk otak.

Manfaat bermain rubik yang pertama yaitu, melatih saraf sensorik dengan kita mengenali warna serta pola dari rubik tersebut. Yang kedua yaitu melatih saraf motorik jari-jari ketika bermain rubik, terutama dalam speedcubing. Ketiga yaitu melatih daya ingat mengenai pola-pola yang terbentuk dari rubik tersebut. Dan yang terakhir yaitu melatih logika geometri otak dalam menyusun rubik, terutama Snake Rubik.

Seperti layaknya bermain game, bermain rubik juga harus mengingat waktu. Jangan sampai melewatkan hal yang lebih penting ya. Semoga artikel ini bermanfaat ya Kawan Hero 🙂